Jika Pasangan Tidak Bisa Move On Dari Selingkuhannya



Gambar ilustrasi pasangan tidak bisa move on dari selingkuhan.
Setiap hubungan pasti memiliki masalah, dan salah satu masalah yang banyak terjadi adalah perselingkuhan. Sudah jatuh tertimpa tangga, demikianlah perasaan jika menjadi korban perselingkuhan dan pasangannya tidak bisa move on dari selingkuhannya. Jika saja pasangan yang selingkuh bersedia melepaskan selingkuhannya, mungkin akan sedikit lebih mudah buat kita melanjutkan hidup. Masalahnya adalah tidak semua bersedia melakukannya. Ada yang terus menjalin hubungan dengan selingkuhannya diam-diam walaupun pernah ketauan.

Apa yang harus kita perbuat bila pasangan tidak bisa move on dari selingkuhannya? Sedangkan kita masih berharap pernikahan tetap dipertahankan.

Pada dasarnya pilihan kita hanyalah dua: Bertahan atau Bercerai. Dengan keputusannya yang memilih untuk meneruskan perselingkuhnya, itu berarti ia memilih untuk tidak menjaga komitmen pernikahannya. Lewat perselingkuhan ia sudah menghancurkan pernikahannya dan secara de facto ia sudah menceraikan kita.
Meski alternatif perceraian ada, namun penting bagi kita untuk tidak bertindak terburu-buru. Sebaiknya kita mengambil langkah untuk bertahan terlebih dulu setidaknya memberi kesempatan kepada pasangan untuk berubah. Nah, bila kita memutuskan untuk bertahan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menolong kita melalui masa yang sulit ini.



Pertama, Mulai Lebih Dekat Dengan Keluarga
Perjalanan yang akan dilalui bukan saja panjang, namun mustahil bila kita merasa sendiri. Memang ada sebagian orang sulit terbuka dengan keluarga apalagi soal permasalahan rumah tangga, namun support dari orang-orang terdekat sangat penting pada situasi seperti ini.

Kedua, Sedikit kurangi harapan dan tuntutan
Kita tidak bisa berharap apalagi menuntut ia akan memerhatikan atau mencintai kita. Kita tidak dapat berharap apalagi menuntut ia berbuat banyak untuk kita, sebagaimana seharusnya diperbuat oleh seorang suami atau istri. Pada saat seperti ini kita harus melihatnya dari dua sudut pandang: di satu pihak ia adalah suami/istri kita tetapi di pihak lain, ia bukan suami/istri kita yang semestinya karna telah berselingkuh.

Ketiga, Berjuang Melawan Luka Hati
Luka di hati tumbuh dalam dua bentuk: kemarahan dan kesedihan. Kita marah karena ia tega menyakiti hati kita, membohongi serta berkhianat kepada kita. Kita sedih karena kehilangan orang yang kita kasihi. Sebagaimana kita ketahui, kemarahan dan kesedihan merupakan dua perasaan yang bertolak belakang. Kemarahan berada di atas dan kesedihan berada di bawah. Jadi, bila kita sering merasa marah dan sedih, itu berarti kita akan diayun oleh perasaan-perasaan ini membuat kita kehilangan kestabilan.

Oleh karena kita tidak bisa menghilangkan perasaan-perasaan ini, maka satu-satunya tindakan yang dapat kita lakukan adalah menumpahkan perasaan-perasaan ini pada orang lain. Bisa pada figur yang di Hormati : Orang Tua, Pemuka Agama dll atau Profesional Seperti : Psikolog.
Berbagi rasa memang tidak menyelesaikan masalah tetapi setidaknya, berbagi rasa akan dapat menstabilkan emosi kita.

Keempat, Memutuskan untuk menemui Selingkuhan pasangan kita atau Tidak
Bila kita tidak siap dan takut lepas kendali, jangan. Namun jika kita siap, mungkin ada baiknya kita pergi menemuinya. Kita tidak datang untuk mengemis agar ia memutuskan perselingkuhan dengan suami/istri kita. Kita datang untuk memperlihatkan bahwa setiap orang punya perasaan dan betapa sakitnya menjadi korban perselingkuhan dan bisa saja terjadi pada siapa saja termasuk orang tersebut atau keluarganya.

Related Posts:

0 komentar:

Posting Komentar